Working Time: 6.45 - 16.45

Artikel-Blog

Kisah dr. Listiana Rizka Pranandari

Fondasi Sejak Dini

Setiap alumni memiliki cerita perjalanan yang berbeda. Namun, ada satu hal yang sering kali memiliki kesamaan: fondasi yang dibangun sejak pendidikan dasar menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka di masa depan.

Salah satunya adalah Listiana Rizka Pranandari, alumnus MI Muslimat NU Pucang tahun 2008. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, perjalanan Listiana terus berkembang hingga mengantarkannya pada dunia kesehatan. Saat ini, ia berprofesi sebagai dokter dan menjalankan praktik di bidang kesehatan, khususnya holistic health, beauty, dan aesthetic medicine.

Terus Berkembang di Dunia Kedokteran

Tidak berhenti di sana, Listiana juga sedang melanjutkan pendidikan S2 di bidang Biomedik dengan konsentrasi Aesthetic & Anti-Aging Medicine. Ia turut mengembangkan Zona Holistic Center, sebuah layanan kesehatan yang memadukan pendekatan medis, holistic wellness, dan aesthetic medicine.

Bagi Listiana, perjalanan tersebut tidak terlepas dari fondasi yang ia dapatkan sejak duduk di bangku MI Muslimat NU Pucang.

Nilai-Nilai Berharga di MI

Menurutnya, masa MI menjadi salah satu bagian penting dalam pembentukan dirinya. Ia bersyukur pernah mendapatkan pendidikan dari guru-guru yang tidak hanya menekankan kemampuan akademik, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan, adab, agama, serta keberanian untuk mencoba berbagai hal.

Nilai-nilai tersebut menjadi bekal yang menyertainya dalam menjalani pendidikan dan mengembangkan karier hingga saat ini.

Manfaat Bahasa Inggris

Bagi Listiana, pembelajaran Bahasa Inggris sejak sekolah dasar memberikan fondasi yang sangat berarti. Kebiasaan menggunakan Bahasa Inggris sejak kecil membuatnya lebih percaya diri ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Manfaat tersebut semakin terasa ketika ia memasuki dunia kedokteran. Berbagai literatur kedokteran, jurnal ilmiah, seminar, hingga perkembangan ilmu terbaru banyak menggunakan Bahasa Inggris. Kemampuan bahasa yang dibangun sejak dini pun menjadi bekal penting untuk terus belajar dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan.

Pesan untuk Adik-Adik

Untuk siswa-siswi MI Muslimat NU Pucang, Listiana berpesan agar tidak takut memiliki cita-cita besar.

“Terus belajar, berani mencoba, dan jangan mudah menyerah ketika menemukan hasil yang belum sesuai.”

Menurutnya, perjalanan menuju cita-cita tidak selalu berjalan mulus. Kegagalan dan kebingungan merupakan bagian dari proses. Karena itu, ia mengajak para siswa untuk belajar sungguh-sungguh, menjaga adab, menghormati orang tua dan guru, serta terus menjadi versi terbaik dari diri mereka.

Kisah Listiana menjadi pengingat bahwa pendidikan dasar bukan sekadar tempat memperoleh pengetahuan, melainkan juga ruang untuk menumbuhkan karakter, keberanian, dan kebiasaan belajar yang akan terus dibawa hingga masa depan.

Back