Working Time: 6.45 - 16.45

Artikel-Blog

Muhammad Faiz: Merawat Nilai, Membangun Usaha Alumni MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo | Owner Sarjana Bakso

Setiap perjalanan memiliki cerita, dan sering kali, langkah besar di masa depan berawal dari pengalaman sederhana di bangku sekolah. Bagi Muhammad Faiz, alumni MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo, masa kecil di madrasah menyimpan kenangan yang masih membekas hingga kini. Saat ini, ia menekuni dunia kuliner sebagai pemilik usaha Sarjana Bakso di Sidoarjo.

Kenangan yang Tak Terlupakan

Salah satu pengalaman yang paling diingat Faiz adalah saat mengikuti munaqosah. Ia masih mengingat rasa syukur ketika memperoleh hasil yang cukup memuaskan. Sambil menunggu giliran, ia bersama teman-temannya duduk menanti di bawah pohon jambu kembar di depan musala sekolah.

Kenangan itu mungkin terlihat sederhana, tetapi justru menjadi bagian berharga dari masa sekolahnya. Pengalaman tersebut mengingatkannya bahwa proses belajar bukan hanya tentang hasil yang diperoleh, melainkan juga tentang kebersamaan, perjuangan, dan pengalaman yang membentuk diri.

Bahasa Inggris yang Terus Bermanfaat

Pembelajaran Bahasa Inggris di MI Muslimat NU Pucang menjadi salah satu bekal yang terus dirasakan manfaatnya oleh Faiz. Ketika melanjutkan pendidikan, kemampuan tersebut membantunya dalam proses belajar. Bahkan, saat menerima tamu dari Australia, ia dapat berkomunikasi dengan lebih percaya diri tanpa mengalami banyak kesulitan.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa kemampuan yang dipelajari sejak sekolah dasar dapat terus digunakan dalam berbagai situasi kehidupan, termasuk ketika seseorang memasuki dunia usaha dan berinteraksi dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda.

Fondasi Agama sebagai Pegangan Hidup

Meski kemampuan akademik dan keterampilan memiliki peran penting, Faiz mengungkapkan bahwa bekal terbesar yang ia rasakan hingga sekarang adalah fondasi agama. Nilai-nilai yang ditanamkan sejak kecil menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan.

Baginya, pendidikan bukan hanya tentang menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk cara seseorang bersikap, mengambil keputusan, dan menjalani tanggung jawab. Ilmu dan keterampilan dapat membantu seseorang berkembang, sementara nilai-nilai agama menjadi penuntun dalam menjalani perjalanan tersebut.

Pesan untuk Generasi Penerus

Kepada adik-adik yang sedang belajar di MI Muslimat NU Pucang, Faiz menyampaikan pesan sederhana yang penuh makna:

“Do everything you love, and love everything you do.”

Lakukan apa yang kalian cintai dan cintailah apa yang kalian lakukan.

Pesan ini mengajak para murid untuk menjalani proses belajar dengan sungguh-sungguh, menemukan hal-hal yang mereka minati, dan memberikan usaha terbaik dalam setiap kegiatan. Tidak semua proses terasa mudah atau menyenangkan, tetapi setiap pengalaman dapat menjadi pelajaran berharga untuk masa depan.

Kepercayaan dan Proses Pendidikan

Untuk para orang tua, Faiz berpesan agar memberikan kepercayaan kepada guru dalam mendampingi proses pendidikan anak. Ia mengenang bahwa guru-gurunya dahulu menerapkan kedisiplinan yang tegas. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembentukan dirinya yang baru ia pahami maknanya seiring bertambahnya usia.

Pada saat yang sama, pendidikan yang baik membutuhkan pendampingan yang bijaksana, komunikasi, dan kerja sama antara guru dan orang tua agar anak dapat tumbuh dengan karakter yang kuat.

Perjalanan Muhammad Faiz menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak selalu bermula dari sesuatu yang besar. Kenangan sederhana, kemampuan yang diasah sejak dini, dan nilai-nilai yang ditanamkan selama pendidikan dapat terus menyertai seseorang dalam membangun masa depannya.

Sebab, pendidikan yang bermakna bukan hanya mempersiapkan anak untuk mencari nafkah, tetapi juga membekalinya dengan nilai-nilai untuk menjalani kehidupan.

Back