Belajar Menghargai Sesama melalui QS. ‘Abasa Ayat 1–4, Murid MIMNU Pucang Menumbuhkan Empati Sejak Dini
Sidoarjo — Pendidikan Al-Qur’an tidak hanya mengajarkan murid untuk membaca dan menghafal ayat, tetapi juga memahami pesan moralnya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Nilai inilah yang dipelajari murid MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo melalui pembelajaran Surah ‘Abasa ayat 1–4.
Surah ‘Abasa ayat 1–4 mengisahkan teguran Allah kepada Nabi Muhammad saw. ketika beliau bermuka masam dan berpaling dari seorang tunanetra, Abdullah bin Ummi Maktum, yang datang untuk memperoleh pengajaran. Peristiwa ini mengandung pelajaran penting bahwa setiap orang berhak mendapatkan perhatian, kesempatan belajar, dan perlakuan yang baik, tanpa memandang keadaan fisik maupun kedudukan sosialnya.
Pesan tersebut sangat dekat dengan kehidupan murid di madrasah. Dalam pergaulan sehari-hari, murid belajar untuk tidak memilih-milih teman, tidak meremehkan kemampuan orang lain, serta tidak mengabaikan teman yang membutuhkan bantuan. Setiap anak memiliki keunikan, kemampuan, dan proses belajar yang berbeda. Karena itu, menghargai sesama berarti memberikan kesempatan kepada setiap teman untuk tumbuh dan berkembang.
Nilai Surah ‘Abasa juga mengajarkan pentingnya mendengarkan. Ketika teman berbicara atau bertanya, murid belajar memberikan perhatian, tidak memotong pembicaraan, dan tidak menertawakan kesalahan orang lain. Sikap sederhana ini menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling mendukung.
Melalui pembelajaran yang menghubungkan ayat Al-Qur’an dengan pengalaman nyata, murid diajak menyadari bahwa akhlak mulia tidak hanya terlihat ketika beribadah, tetapi juga ketika berinteraksi dengan orang lain. Menghargai teman, membantu yang mengalami kesulitan, dan memberikan kesempatan yang sama merupakan bentuk pengamalan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran Surah ‘Abasa ayat 1–4 menjadi pengingat bahwa setiap anak berharga dan layak mendapatkan perhatian. Madrasah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan empati, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama.
Sebab, memahami Al-Qur’an bukan sekadar mengetahui makna ayat, melainkan belajar menghadirkan kasih sayang dan penghargaan kepada setiap manusia dalam kehidupan nyata.
Back
