Working Time: 6.45 - 16.45

Artikel-Blog

Pendampingan Istimewa MIMNU, Membentuk Anak Berakhlak dan Siap Menghadapi Zaman

Parent’s Story — H. Sullamul Hadi Nurmawan, S.Ag., M.Si. (Gus Wawan)

Memilih lembaga pendidikan untuk anak bukan sekadar mempertimbangkan kemampuan akademik, tetapi juga bagaimana sekolah mempersiapkan anak menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman. Bagi H. Sullamul Hadi Nurmawan, orang tua dari Aisyah Ainayya dan Fathimah Ainayya, dua hal tersebut menjadi pertimbangan penting dalam memilih MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo (MIMNU).

Menurut beliau, MIMNU memiliki keunggulan dalam memadukan pembelajaran yang mengikuti perkembangan zaman dengan pendidikan keagamaan yang menjadi ciri khas madrasah. Program Cambridge dan sistem pembelajaran yang terus berkembang memberikan kesempatan kepada anak untuk memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan bahasa, serta membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi.

Salah satu perubahan positif yang dirasakan adalah perkembangan kemampuan Bahasa Inggris anak. Pembiasaan berbahasa dan berkomunikasi di madrasah membuat anak semakin berani menggunakan bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan ini menjadi bekal penting untuk menghadapi lingkungan yang semakin terbuka dan dinamis.

Namun, pendidikan yang baik tidak hanya terlihat dari kemampuan akademik. Pembiasaan shalawat, istighasah, dan berbagai kegiatan keagamaan di MIMNU turut memberikan warna dalam kehidupan keluarga. Nilai-nilai yang dipelajari anak di madrasah perlahan menjadi kebiasaan yang terbawa ke rumah. Anak semakin terbiasa mengingatkan orang tua untuk melaksanakan ibadah dan menjaga rutinitas keagamaan bersama.

Bagi keluarga beliau, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pendidikan di madrasah dapat memberikan dampak yang lebih luas daripada kegiatan belajar di kelas. Ketika ilmu dan pembiasaan akhlak berjalan beriringan, pendidikan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.

Keunggulan MIMNU, menurut beliau, terletak pada pembelajaran yang menarik, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus tetap berpegang pada karakter serta nilai-nilai keislaman. Keseimbangan inilah yang penting agar anak tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki landasan moral dalam menentukan sikap dan mengambil keputusan.

Kisah keluarga H. Sullamul Hadi Nurmawan menjadi gambaran bahwa pendidikan merupakan proses bersama antara madrasah dan keluarga. Madrasah menyediakan lingkungan belajar dan pembiasaan, sementara keluarga melanjutkan serta menguatkan nilai-nilai tersebut di rumah.

Pada akhirnya, harapan setiap orang tua bukan hanya melihat anak berhasil meraih prestasi, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, percaya diri, dan mampu menghadapi masa depan tanpa kehilangan jati dirinya.

Back
Search Hear
Recent Posts
logo_madrasah
Need Help? We Are Here To Help You
Contact Us