MENGAPA ALLAH MEMERINTAHKAN KITA BERPUASA DI BULAN RAMADHAN?
Anakku,
Mengapa
Allah memerintahkan kita berpuasa khusus di bulan Ramadhan?
Karena
bulan suci Ramadhan adalah momentum upgrade dan update ruh kita.
Ramadhan adalah waktu yang Allah pilih secara istimewa agar ruh kita kembali
kepada marwahnya, kembali kepada fitrahnya yang suci. Inilah wujud sifat Ar-Rahman
dan Ar-Rahim Allah kepada hamba-hamba-Nya.
Allah
sangat mencintai umat-Nya.
Allah memberikan rahmat.
Allah melimpahkan ampunan.
Allah membebaskan hamba-hamba yang berpuasa dari siksa api neraka.
Betapa
luas kasih sayang Allah kepada kita.
Bukti Cinta Allah di Bulan Ramadhan
Subhanallah,
Alhamdulillah, Allahu Akbar.
Selama
Ramadhan, kebutuhan hidup kita tetap dicukupi Allah.
Kesehatan kita dijaga oleh Allah.
Rezeki kita tetap dilancarkan oleh Allah.
Kedua orang tua kita dijaga oleh Allah.
Itulah
bentuk cinta Allah kepada hamba-Nya. Bahkan ketika kita sedang menahan lapar dan
haus, Allah tetap memelihara kehidupan kita dengan penuh kasih sayang.
Jika
setelah semua itu kita masih tidak mencintai Allah, tidak mencintai diri
sendiri, dan tidak mencintai sesama, maka sesungguhnya kita belum menjadi hamba
yang mawas diri.
Puasa Melahirkan Kepekaan Sosial
Ramadhan
adalah implementasi nyata agar kita tahu bagaimana rasanya lapar dan haus.
Dengan merasakan sendiri, lahirlah kepekaan sosial.
Dari
puasa akan muncul:
·
Empati
·
Simpati
·
Kepedulian
·
Rasa cinta terhadap diri sendiri dan sesama
Kita
belajar memahami penderitaan orang lain, sehingga hati kita tidak lagi keras
dan acuh tak acuh.
Puasa dan Kesehatan
Anakku,
ada ungkapan:
“Shûmû
tashihhû” — berpuasalah kamu, niscaya kamu akan sehat.
Puasa
bukan hanya ibadah ruhani, tetapi juga kebaikan bagi jasmani. Ini juga wujud
cinta Allah kepada kita. Allah memberikan “obat” paling murah dan paling mudah,
yaitu puasa.
Namun
sayangnya, masih banyak hamba Allah yang enggan berpuasa, seakan-akan
mengkhianati cinta Allah yang begitu besar.
Zakat Fitrah: Pendidikan Anti-Kikir
Di
akhir Ramadhan, setiap jiwa diperintahkan untuk mengeluarkan zakat fitrah. Ini
adalah pendidikan langsung dari Allah agar kita tidak menjadi kikir, bakhil,
atau pelit.
Zakat
fitrah:
·
Membersihkan diri setelah berpuasa
·
Menyempurnakan ibadah Ramadhan
·
Menumbuhkan jiwa dermawan
·
Menguatkan solidaritas sosial
Allah
sedang mengajarkan kita untuk berbagi dan peduli.
Puasa dan Kurikulum Berbasis Cinta
Anakku,
Puasa
di bulan Ramadhan selain untuk upgrade dan update ruh, juga
melatih kepekaan sosial, mempertebal rasa cinta kepada Allah, menumbuhkan welas
asih, serta melatih diri membentengi hati dari godaan setan.
Inilah
implementasi dari Kurikulum Berbasis Cinta.
Cintai
Allah, karena cinta-Nya kepada kita tiada batas.
Cintai diri sendiri, karena kita tidak bisa terus menunggu dicintai orang lain.
Cintai orang tua, karena cinta mereka sepanjang hayat, sedangkan cinta kita
sering terbatas waktu.
Cintai guru, karena mereka wakil orang tua dalam mendidik dan membimbing kita.
Cintai saudara, karena dari merekalah bantuan sering datang dengan cepat.
Cintai teman, karena teman adalah kepanjangan tangan dalam kehidupan sosial.
Cintai sesama Muslim, karena merekalah yang akan mendoakan kita dalam kebaikan.
Tujuan Akhir: Menjadi Orang Bertakwa
Dengan
berpuasa di bulan Ramadhan, seorang hamba diarahkan menjadi orang yang
bertakwa. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“La‘allakum
tattaqûn” — agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa.
Salah
satu ciri orang bertakwa adalah:
·
Berbagi dalam keadaan lapang
·
Berbagi dalam keadaan sempit
·
Mengendalikan amarah
·
Memaafkan kesalahan orang lain
Itulah
wujud cinta yang nyata.
Jika Cinta Sudah Tumbuh
Jika
dalam diri sudah tumbuh rasa cinta, maka:
·
Tidak akan membenci sesama
·
Tidak melakukan bullying
·
Tidak melakukan vandalisme
·
Tidak merusak fasilitas umum, terutama
fasilitas madrasah
Puasa
yang benar akan membentuk karakter.
Setelah
selesai Ramadhan, ruh dan jasad kita diharapkan menjadi insan yang kaffah manusia yang utuh, bersih lahir dan batin,
kuat iman, lembut hati, dan indah akhlaknya

