Working Time: 6.45 - 16.45

Artikel-Blog

BAGAIMANA CARA AGAR TIDAK GAGAL DALAM BERPUASA?

Anakku,

Kegagalan terbesar dalam hidup bukanlah kekurangan harta atau jabatan, tetapi lambatnya seseorang menemukan kesadaran dalam dirinya.

Ada orang yang sadar secara fisik, tetapi belum menemukan kesadaran diri yang sejati. Bahkan ada pula yang dengan sengaja menghilangkan kesadarannya dengan mengonsumsi narkoba, minuman keras, atau zat-zat berbahaya lainnya. Padahal yang sadar saja belum tentu mampu menemukan kesadaran diri, apalagi yang tidak sadar.

Puasa Butuh Kesadaran

Anakku,

Tubuh kita untuk tumbuh dan berkembang membutuhkan asupan gizi. Namun jangan hanya fokus memberi makan jasad saja. Ruh kita juga membutuhkan makanan.

Makanan ruh adalah dzikrullah  mengingat Allah.

Kesadaran itu dibentuk melalui sinergi antara lisan, otak, dan hati. Ketiganya harus berjalan bersama.

Sinergi ini tidak cukup dilakukan sesekali, tetapi harus kontinu dan istiqamah. Apa yang kita ucapkan seharusnya merupakan hasil dari proses berpikir yang baik di otak, dan apa yang ada di otak serta lisan harus selaras dengan apa yang ada di dalam hati.

Jika hati, otak, dan lisan sudah bersinergi, insya Allah kesadaran akan tumbuh.

Hati adalah Pusat Ruh

Anakku,

Hati adalah pusat ruh. Maka rawatlah hati. Biasakan hati untuk selalu menyebut:

Allah… Allah… Allah…

Jika hati terbiasa mengingat Allah, maka otak akan terbimbing dan lisan akan terjaga. Dari situlah kesadaran spiritual tumbuh.

Namun realitanya, tidak sedikit anak sekolah yang belum sadar akan pentingnya belajar. Tidak sedikit yang sudah belajar Aqidah Akhlak, tetapi belum memiliki adab dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak pelajar gagal menguasai konsep pelajaran karena tidak menyadari bahwa belajar itu harus menanamkan konsep di otak sekaligus di hati.

Begitu juga dengan puasa.

Konsep Puasa yang Benar

Konsep berpuasa adalah menahan.

Menahan serangan setan.
Menahan dorongan hawa nafsu.
Menahan lisan dari keburukan.
Dan menangkap datangnya rahmat Allah.

Banyak orang gagal dalam berpuasa dan hanya mendapatkan lapar serta haus semata. Mengapa?

Karena:

·       Lisan tidak dijaga, ghibah tetap berjalan.

·       Fitnah masih dilakukan.

·       Adu domba masih menjadi kebiasaan.

·       Bullying masih dilakukan.

Tidak bisa menjaga tindakan:

·       Kekerasan masih dilakukan.

·       Merusak fasilitas umum masih terjadi.

·       Mengotori lingkungan tetap menjadi kebiasaan.

·       Jahil terhadap teman dan sesama terus berlangsung.

·       Bahkan mencurangi orang lain tetap dilakukan.

Jika semua itu tidak ditahan dan tidak dihentikan, maka puasa kita menjadi sia-sia.

Jika penyakit hati seperti iri, dengki, tamak, kikir, kufur, dan takabbur tetap dipelihara, maka puasa kita tidak bermakna.

Solusi Agar Puasa Tidak Gagal

1.      Jaga makan dan minum sejak terbit fajar hingga maghrib.

2.      Jaga hawa nafsu.

3.      Jaga seluruh indra dari hal-hal yang merangsang pikiran negatif.

4.      Jaga hati dengan dzikir yang sadar.

Dzikir bukan sekadar melafalkan kalimat. Dzikir adalah mengingat Allah. Mengingat adalah pekerjaan hati dan otak.

Sering kali kita gagal karena hanya melafalkan dzikir, tetapi tidak benar-benar menghadirkan Allah dalam kesadaran kita.

Back
Search Hear
Recent Posts
logo_madrasah
Need Help? We Are Here To Help You
Contact Us