BAGAIMANA CARA AGAR TIDAK GAGAL DALAM BERPUASA?
Anakku,
Kegagalan
terbesar dalam hidup bukanlah kekurangan harta atau jabatan, tetapi lambatnya
seseorang menemukan kesadaran dalam dirinya.
Ada
orang yang sadar secara fisik, tetapi belum menemukan kesadaran diri yang
sejati. Bahkan ada pula yang dengan sengaja menghilangkan kesadarannya dengan
mengonsumsi narkoba, minuman keras, atau zat-zat berbahaya lainnya. Padahal
yang sadar saja belum tentu mampu menemukan kesadaran diri, apalagi yang tidak
sadar.
Puasa Butuh Kesadaran
Anakku,
Tubuh
kita untuk tumbuh dan berkembang membutuhkan asupan gizi. Namun jangan hanya
fokus memberi makan jasad saja. Ruh kita juga membutuhkan makanan.
Makanan
ruh adalah dzikrullah mengingat Allah.
Kesadaran
itu dibentuk melalui sinergi antara lisan, otak, dan hati. Ketiganya harus
berjalan bersama.
Sinergi
ini tidak cukup dilakukan sesekali, tetapi harus kontinu dan istiqamah. Apa
yang kita ucapkan seharusnya merupakan hasil dari proses berpikir yang baik di
otak, dan apa yang ada di otak serta lisan harus selaras dengan apa yang ada di
dalam hati.
Jika
hati, otak, dan lisan sudah bersinergi, insya Allah kesadaran akan tumbuh.
Hati adalah Pusat Ruh
Anakku,
Hati
adalah pusat ruh. Maka rawatlah hati. Biasakan hati untuk selalu menyebut:
Allah…
Allah… Allah…
Jika
hati terbiasa mengingat Allah, maka otak akan terbimbing dan lisan akan
terjaga. Dari situlah kesadaran spiritual tumbuh.
Namun
realitanya, tidak sedikit anak sekolah yang belum sadar akan pentingnya
belajar. Tidak sedikit yang sudah belajar Aqidah Akhlak, tetapi belum memiliki
adab dalam kehidupan sehari-hari.
Banyak
pelajar gagal menguasai konsep pelajaran karena tidak menyadari bahwa belajar
itu harus menanamkan konsep di otak sekaligus di hati.
Begitu
juga dengan puasa.
Konsep Puasa yang Benar
Konsep
berpuasa adalah menahan.
Menahan
serangan setan.
Menahan dorongan hawa nafsu.
Menahan lisan dari keburukan.
Dan menangkap datangnya rahmat Allah.
Banyak
orang gagal dalam berpuasa dan hanya mendapatkan lapar serta haus semata.
Mengapa?
Karena:
·
Lisan tidak dijaga, ghibah tetap
berjalan.
·
Fitnah masih dilakukan.
·
Adu domba masih menjadi kebiasaan.
·
Bullying masih dilakukan.
Tidak
bisa menjaga tindakan:
·
Kekerasan masih dilakukan.
·
Merusak fasilitas umum masih terjadi.
·
Mengotori lingkungan tetap menjadi
kebiasaan.
·
Jahil terhadap teman dan sesama terus
berlangsung.
·
Bahkan mencurangi orang lain tetap
dilakukan.
Jika
semua itu tidak ditahan dan tidak dihentikan, maka puasa kita menjadi sia-sia.
Jika
penyakit hati seperti iri, dengki, tamak, kikir, kufur, dan takabbur tetap
dipelihara, maka puasa kita tidak bermakna.
Solusi Agar Puasa Tidak Gagal
1.
Jaga makan dan minum sejak terbit fajar
hingga maghrib.
2.
Jaga hawa nafsu.
3.
Jaga seluruh indra dari hal-hal yang
merangsang pikiran negatif.
4.
Jaga hati dengan dzikir yang sadar.
Dzikir
bukan sekadar melafalkan kalimat. Dzikir adalah mengingat Allah. Mengingat
adalah pekerjaan hati dan otak.
Sering
kali kita gagal karena hanya melafalkan dzikir, tetapi tidak benar-benar
menghadirkan Allah dalam kesadaran kita.

