Working Time: 6.45 - 16.45

Artikel-Blog

Semangat Hari Pendidikan Nasional: Belajar Tanpa Batas Ruang dan Waktu

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, keluarga besar MIS dan MTSB Muslimat NU Pucang Sidoarjo melaksanakan upacara bendera yang berlangsung dengan khidmat di halaman utama Jalan Jenggolo 53 Sidoarjo. Upacara ini dipimpin oleh inspektur upacara, Bapak Syamsuhari., S.T.,S.Pd.,MM.,M.Pd.I, yang dalam amanatnya menyampaikan pesan-pesan penting tentang makna pendidikan di era modern.

Upacara diikuti oleh siswa kelas 5 dan 6 MIS Muslimat NU Pucang Sidoarjo, siswa kelas 7 dan 8 MTSB Muslimat NU Pucang Sidoarjo, serta seluruh dewan guru. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kedisiplinan, mencerminkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap dunia pendidikan.

Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa dunia saat ini berkembang sangat cepat. Negara-negara besar berlomba dalam penguasaan teknologi dan industri, seperti China yang kini telah menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Hal ini menjadi pengingat bahwa kemajuan suatu bangsa sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya, terutama dalam bidang pendidikan.

Beliau juga mengingatkan bahwa konsep pendidikan tidak boleh dibatasi hanya pada ruang kelas. Pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang “taman siswa” menjadi refleksi penting, bahwa belajar sejatinya tidak dibatasi ruang dan waktu. Seperti taman yang terbuka tanpa pintu, pendidikan harus memberi kebebasan bagi peserta didik untuk terus belajar kapan saja dan di mana saja.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa sebagai pelajar, kita tidak boleh membelenggu diri dengan anggapan bahwa belajar hanya terjadi di sekolah. Justru di era digital ini, kesempatan untuk menambah ilmu terbuka luas. Namun ironisnya, banyak generasi muda yang lebih memilih menghabiskan waktu dengan gawai dan media sosial tanpa arah yang jelas.

Beliau juga menyinggung perubahan kondisi pendidikan dari masa ke masa. Dahulu, madrasah berdiri dengan fasilitas sederhana, namun tetap mampu melahirkan generasi tangguh. Kini, fasilitas semakin lengkap, namun semangat belajar justru harus terus dijaga dan ditingkatkan. Madrasah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat membentuk karakter, tempat berpijak, dan tempat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Realitas kehidupan saat ini juga menjadi perhatian. Banyak lulusan perguruan tinggi yang menghadapi persaingan ketat dalam dunia kerja. Bahkan tidak sedikit yang harus bekerja keras dengan penghasilan terbatas. Hal ini menjadi pelajaran penting bahwa pendidikan bukan sekadar gelar, tetapi kemampuan dan kualitas diri yang terus diasah.

Sebagai penutup, beliau berpesan kepada seluruh peserta didik agar terus belajar dengan sungguh-sungguh, tidak bermalas-malasan, dan tidak membatasi diri dalam menuntut ilmu. Jadikan setiap tempat sebagai ruang belajar, setiap waktu sebagai kesempatan untuk berkembang, dan setiap pengalaman sebagai guru terbaik dalam kehidupan.

Semangat Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum untuk meneguhkan kembali bahwa pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa, dan generasi muda adalah harapan masa depan Indonesia.

 

Back