PELAKSANAAN KHATMIL QUR’AN DAN KKG
Menjadi
guru bukan hanya tentang menyampaikan ilmu kepada peserta didik. Lebih dari
itu, guru juga perlu terus belajar, memperbaiki diri, menguatkan spiritualitas,
dan mengembangkan kompetensi. Semangat inilah yang terus dibangun oleh keluarga
besar MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo melalui kegiatan rutin setiap hari Sabtu.
Setiap
Sabtu, para guru mengikuti dua kegiatan yang menjadi bagian penting dari budaya
madrasah, yaitu Khatmil Qur’an dan Kelompok Kerja Guru (KKG). Kegiatan tersebut
menjadi momentum untuk menguatkan hubungan dengan Al-Qur’an sekaligus
meningkatkan kualitas profesional pendidik. Kegiatan KKG secara rutin memang
menjadi bagian dari tradisi pengembangan kualitas guru di MI Muslimat NU Pucang
Kegiatan
diawali dengan Khatmil Qur’an yang diikuti oleh para guru. Sebagai madrasah
yang memiliki komitmen kuat terhadap pendidikan berbasis nilai-nilai Islam,
pembiasaan Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam kehidupan madrasah. Program
keagamaan di MI Muslimat NU Pucang juga diarahkan untuk membentuk generasi yang
dekat dengan Al-Qur’an dan mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan
sehari-hari
Setelah
Khatmil Qur’an, kegiatan dilanjutkan dengan Kelompok Kerja Guru (KKG). Forum
ini menjadi ruang bagi para pendidik untuk berdiskusi, berbagi pengalaman,
mengevaluasi proses pembelajaran, dan mencari solusi terhadap berbagai
persoalan pendidikan. KKG dipimpin oleh Bapak Syamsuhari dan Bapak M. Hamim
Thohari. Kehadiran kedua tokoh tersebut memberikan arah sekaligus penguatan
kepada para guru agar senantiasa meningkatkan kualitas diri dan pembelajaran.
Bagi MI
Muslimat NU Pucang, guru tidak boleh berhenti belajar. Perubahan kurikulum,
perkembangan teknologi, kebutuhan peserta didik, serta tantangan pendidikan
yang semakin kompleks menuntut pendidik untuk selalu beradaptasi dan melakukan
inovasi. Karena itu, KKG tidak hanya menjadi forum administratif, tetapi
menjadi ruang belajar bersama bagi para guru. Guru dapat berbagi praktik baik,
mendiskusikan strategi pembelajaran, menyusun perangkat pembelajaran,
memperkuat asesmen, hingga mencari pendekatan yang lebih efektif dan menyenangkan
bagi peserta didik.
Menguatkan Ruhiyah dan Profesionalitas
Rutinitas
setiap Sabtu ini menjadi pengingat bahwa pendidikan yang berkualitas berawal
dari pendidik yang mau terus belajar. Para guru tidak hanya mengajarkan ilmu
kepada siswa, tetapi juga memberikan contoh bahwa belajar adalah proses
sepanjang hayat. Melalui Khatmil Qur’an, para guru menjaga kedekatan dengan
sumber nilai. Melalui KKG, mereka menjaga kualitas keilmuan dan
profesionalitas. Dua kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar MI Muslimat
NU Pucang Sidoarjo untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul
secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan spiritualitas.

