Working Time: 6.45 - 16.45

Artikel-Blog

PELAKSANAAN KHATMIL QUR’AN DAN KKG

Menjadi guru bukan hanya tentang menyampaikan ilmu kepada peserta didik. Lebih dari itu, guru juga perlu terus belajar, memperbaiki diri, menguatkan spiritualitas, dan mengembangkan kompetensi. Semangat inilah yang terus dibangun oleh keluarga besar MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo melalui kegiatan rutin setiap hari Sabtu.

Setiap Sabtu, para guru mengikuti dua kegiatan yang menjadi bagian penting dari budaya madrasah, yaitu Khatmil Qur’an dan Kelompok Kerja Guru (KKG). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menguatkan hubungan dengan Al-Qur’an sekaligus meningkatkan kualitas profesional pendidik. Kegiatan KKG secara rutin memang menjadi bagian dari tradisi pengembangan kualitas guru di MI Muslimat NU Pucang

Kegiatan diawali dengan Khatmil Qur’an yang diikuti oleh para guru. Sebagai madrasah yang memiliki komitmen kuat terhadap pendidikan berbasis nilai-nilai Islam, pembiasaan Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam kehidupan madrasah. Program keagamaan di MI Muslimat NU Pucang juga diarahkan untuk membentuk generasi yang dekat dengan Al-Qur’an dan mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari

Setelah Khatmil Qur’an, kegiatan dilanjutkan dengan Kelompok Kerja Guru (KKG). Forum ini menjadi ruang bagi para pendidik untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, mengevaluasi proses pembelajaran, dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan pendidikan. KKG dipimpin oleh Bapak Syamsuhari dan Bapak M. Hamim Thohari. Kehadiran kedua tokoh tersebut memberikan arah sekaligus penguatan kepada para guru agar senantiasa meningkatkan kualitas diri dan pembelajaran.

Bagi MI Muslimat NU Pucang, guru tidak boleh berhenti belajar. Perubahan kurikulum, perkembangan teknologi, kebutuhan peserta didik, serta tantangan pendidikan yang semakin kompleks menuntut pendidik untuk selalu beradaptasi dan melakukan inovasi. Karena itu, KKG tidak hanya menjadi forum administratif, tetapi menjadi ruang belajar bersama bagi para guru. Guru dapat berbagi praktik baik, mendiskusikan strategi pembelajaran, menyusun perangkat pembelajaran, memperkuat asesmen, hingga mencari pendekatan yang lebih efektif dan menyenangkan bagi peserta didik.

Menguatkan Ruhiyah dan Profesionalitas

Rutinitas setiap Sabtu ini menjadi pengingat bahwa pendidikan yang berkualitas berawal dari pendidik yang mau terus belajar. Para guru tidak hanya mengajarkan ilmu kepada siswa, tetapi juga memberikan contoh bahwa belajar adalah proses sepanjang hayat. Melalui Khatmil Qur’an, para guru menjaga kedekatan dengan sumber nilai. Melalui KKG, mereka menjaga kualitas keilmuan dan profesionalitas. Dua kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan spiritualitas.

Back