QS. AL-BAQARAH AYAT 24: KETIKA AL-QUR’AN MENEGASKAN KEMUKJIZATANNYA
Al-Qur’an bukan sekadar kitab yang dibaca,
tetapi merupakan petunjuk kehidupan yang mengarahkan manusia kepada kebenaran.
Salah satu ayat yang menegaskan keistimewaan dan kemukjizatan Al-Qur’an adalah
QS. Al-Baqarah ayat 24.
Allah SWT berfirman:
Ayat ini merupakan kelanjutan dari QS.
Al-Baqarah ayat 23. Setelah manusia ditantang untuk membuat satu surah yang
semisal dengan Al-Qur’an, ayat 24 menegaskan bahwa manusia tidak akan mampu memenuhi
tantangan tersebut. Pesan ini mengajak manusia untuk menyadari keterbatasan
dirinya sekaligus mengakui kebesaran Allah SWT.
Menariknya, ayat ini tidak berhenti pada
penegasan tentang ketidakmampuan manusia. Allah kemudian mengingatkan agar
manusia memelihara diri dari api neraka. Maknanya, pengakuan terhadap kebenaran
Al-Qur’an seharusnya tidak hanya berhenti pada ucapan. Keyakinan perlu
diwujudkan dalam sikap hidup: mengikuti petunjuk Allah, menjauhi perbuatan yang
dilarang, dan berusaha menjalankan kebaikan. Dengan demikian, Al-Qur’an tidak
cukup hanya menjadi kitab yang tersimpan di rak atau dibaca secara rutin.
Al-Qur’an harus menjadi pedoman yang hadir dalam perilaku sehari-hari.
QS. Al-Baqarah ayat 24 juga mengandung
pelajaran penting tentang sikap manusia terhadap ilmu dan kemampuan yang
dimilikinya. Manusia boleh memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi, menguasai
teknologi, dan menghasilkan berbagai penemuan. Namun, semua itu tidak
seharusnya membuat manusia menjadi sombong. Semakin tinggi ilmu yang dimiliki,
seharusnya semakin tumbuh kesadaran bahwa manusia tetap memiliki keterbatasan,
sedangkan ilmu dan kekuasaan Allah tidak terbatas. Bagi para pelajar, pesan ini
sangat relevan. Belajar dengan sungguh-sungguh adalah kewajiban, tetapi ilmu
yang diperoleh harus melahirkan kerendahan hati, ketakwaan, dan akhlak yang
baik.
QS. Al-Baqarah ayat 24 pada akhirnya
mengajak manusia untuk mengambil sikap terhadap Al-Qur’an. Jika Al-Qur’an
diyakini sebagai wahyu Allah, maka konsekuensinya adalah menjadikannya sebagai
pedoman kehidupan.Membaca Al-Qur’an menghidupkan hati. Memahami Al-Qur’an
menerangi pikiran. Mengamalkan Al-Qur’an memperindah kehidupan.
Karena itu, kandungan QS. Al-Baqarah ayat
24 dapat menjadi refleksi bagi kita semua: jangan biarkan kecerdasan membuat
kita sombong, jangan biarkan ilmu menjauhkan kita dari Allah, dan jangan
berhenti pada kekaguman terhadap Al-Qur’an tanpa berusaha menjalankan
petunjuknya.
Al-Qur’an adalah mukjizat yang tidak mampu
ditandingi manusia. Maka tugas kita bukan menandinginya, melainkan
mendekatinya, memahaminya, dan menjadikan petunjuknya sebagai jalan kehidupan.

