Working Time: 6.45 - 16.45

Artikel-Blog

QS. AL-BAQARAH AYAT 24: KETIKA AL-QUR’AN MENEGASKAN KEMUKJIZATANNYA

Al-Qur’an bukan sekadar kitab yang dibaca, tetapi merupakan petunjuk kehidupan yang mengarahkan manusia kepada kebenaran. Salah satu ayat yang menegaskan keistimewaan dan kemukjizatan Al-Qur’an adalah QS. Al-Baqarah ayat 24.

Allah SWT berfirman:

 “Jika kamu tidak mampu membuat(-nya) dan (pasti) kamu tidak akan mampu membuat(-nya), takutlah pada api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (Quran.com)

Ayat ini merupakan kelanjutan dari QS. Al-Baqarah ayat 23. Setelah manusia ditantang untuk membuat satu surah yang semisal dengan Al-Qur’an, ayat 24 menegaskan bahwa manusia tidak akan mampu memenuhi tantangan tersebut. Pesan ini mengajak manusia untuk menyadari keterbatasan dirinya sekaligus mengakui kebesaran Allah SWT.

Menariknya, ayat ini tidak berhenti pada penegasan tentang ketidakmampuan manusia. Allah kemudian mengingatkan agar manusia memelihara diri dari api neraka. Maknanya, pengakuan terhadap kebenaran Al-Qur’an seharusnya tidak hanya berhenti pada ucapan. Keyakinan perlu diwujudkan dalam sikap hidup: mengikuti petunjuk Allah, menjauhi perbuatan yang dilarang, dan berusaha menjalankan kebaikan. Dengan demikian, Al-Qur’an tidak cukup hanya menjadi kitab yang tersimpan di rak atau dibaca secara rutin. Al-Qur’an harus menjadi pedoman yang hadir dalam perilaku sehari-hari.

QS. Al-Baqarah ayat 24 juga mengandung pelajaran penting tentang sikap manusia terhadap ilmu dan kemampuan yang dimilikinya. Manusia boleh memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi, menguasai teknologi, dan menghasilkan berbagai penemuan. Namun, semua itu tidak seharusnya membuat manusia menjadi sombong. Semakin tinggi ilmu yang dimiliki, seharusnya semakin tumbuh kesadaran bahwa manusia tetap memiliki keterbatasan, sedangkan ilmu dan kekuasaan Allah tidak terbatas. Bagi para pelajar, pesan ini sangat relevan. Belajar dengan sungguh-sungguh adalah kewajiban, tetapi ilmu yang diperoleh harus melahirkan kerendahan hati, ketakwaan, dan akhlak yang baik.

QS. Al-Baqarah ayat 24 pada akhirnya mengajak manusia untuk mengambil sikap terhadap Al-Qur’an. Jika Al-Qur’an diyakini sebagai wahyu Allah, maka konsekuensinya adalah menjadikannya sebagai pedoman kehidupan.Membaca Al-Qur’an menghidupkan hati. Memahami Al-Qur’an menerangi pikiran. Mengamalkan Al-Qur’an memperindah kehidupan.

Karena itu, kandungan QS. Al-Baqarah ayat 24 dapat menjadi refleksi bagi kita semua: jangan biarkan kecerdasan membuat kita sombong, jangan biarkan ilmu menjauhkan kita dari Allah, dan jangan berhenti pada kekaguman terhadap Al-Qur’an tanpa berusaha menjalankan petunjuknya.

Al-Qur’an adalah mukjizat yang tidak mampu ditandingi manusia. Maka tugas kita bukan menandinginya, melainkan mendekatinya, memahaminya, dan menjadikan petunjuknya sebagai jalan kehidupan.

Back