Working Time: 6.45 - 16.45

Artikel-Blog

QS. AL-BAQARAH AYAT 25: KABAR GEMBIRA BAGI ORANG BERIMAN DAN BERAMAL SALEH

Setelah pada ayat sebelumnya Allah SWT memberikan peringatan tentang akibat bagi orang-orang yang mengingkari kebenaran, QS. Al-Baqarah ayat 25 menghadirkan pesan yang menenteramkan. Ayat ini menyampaikan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman dan membuktikan keimanannya melalui amal saleh. (Quran NU)

Allah SWT berfirman:

Artinya: “Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, ‘Inilah rezeki yang diberikan kepada kami sebelumnya.’ Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.”

Salah satu pesan utama ayat ini adalah bahwa iman berjalan bersama amal saleh. Orang-orang yang mendapatkan kabar gembira adalah mereka yang beriman sekaligus berbuat kebajikan. Tafsir Kemenag menjelaskan bahwa iman kepada Allah, Rasul, dan kitab-Nya harus dibuktikan dengan amal-amal kebajikan. Artinya, keimanan bukan hanya sesuatu yang tersimpan di dalam hati. Iman seharusnya terlihat dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap, ucapan, dan perbuatan yang baik.

Bagi seorang pelajar, amal saleh dapat diwujudkan melalui banyak hal sederhana: belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru dan orang tua, membantu teman, menjaga kejujuran, serta menggunakan ilmu untuk kebaikan.

Allah SWT memberikan gambaran tentang balasan bagi orang-orang beriman dan beramal saleh, yaitu surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Gambaran tersebut memberikan harapan dan ketenteraman bagi orang-orang yang berusaha menjalani kehidupan dengan iman dan kebaikan. Surga menjadi balasan yang sempurna dan kekal bagi mereka. Ayat ini juga menggambarkan berbagai kenikmatan yang tersedia di dalam surga, termasuk rezeki berupa buah-buahan serta kehidupan yang penuh kesucian dan ketenteraman.

Dalam ayat ini disebutkan bahwa ketika penghuni surga mendapatkan buah-buahan, mereka mengatakan bahwa buah tersebut seperti rezeki yang pernah mereka dapatkan sebelumnya. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa kemiripan tersebut dapat berkaitan dengan bentuk atau namanya, sedangkan kenikmatan dan rasanya jauh lebih sempurna. Dengan demikian, apa yang ada di surga memiliki kenikmatan yang tidak dapat dibandingkan begitu saja dengan kenikmatan dunia.  Pesan ini mengingatkan manusia bahwa kenikmatan dunia bersifat sementara, sedangkan kenikmatan akhirat bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh bersifat kekal.

QS. Al-Baqarah ayat 25 memberikan pelajaran penting bagi generasi muda. Menjadi orang beriman bukan hanya tentang mengetahui banyak hal tentang agama, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai keimanan diwujudkan dalam kehidupan nyata. Seorang siswa yang rajin belajar, jujur ketika mengerjakan tugas, menghormati guru, menyayangi teman, membantu orang lain, dan menjaga perkataan sedang belajar mewujudkan nilai amal saleh dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, pendidikan seharusnya tidak hanya menghasilkan siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki iman, akhlak, kepedulian, dan tanggung jawab.

Jangan lelah berbuat baik. Jangan merasa kebaikan tidak berarti. Setiap amal saleh yang dilakukan dengan iman memiliki nilai di hadapan Allah SWT.

Maka, menjadi pribadi yang baik bukan hanya untuk mendapatkan penghargaan dari manusia. Kebaikan adalah bagian dari perjalanan seorang mukmin menuju ridha Allah SWT.

 

Back