QS. AL-BAQARAH AYAT 26: BELAJAR MELIHAT HIKMAH DARI HAL-HAL YANG DIANGGAP KECIL
Al-Qur’an mengajarkan manusia untuk tidak
menilai sesuatu hanya dari ukuran, bentuk, atau penampilannya. Sesuatu yang
terlihat kecil dan sederhana dapat menyimpan pelajaran yang sangat besar. Pesan
tersebut salah satunya terdapat dalam QS. Al-Baqarah ayat 26.
Allah SWT berfirman:
Ayat ini menyebut nyamuk sebagai salah satu
perumpamaan. Bagi manusia, nyamuk mungkin dianggap sebagai makhluk kecil dan
sederhana. Namun, Allah menunjukkan bahwa sesuatu yang kecil sekalipun dapat
menjadi sarana untuk menyampaikan pelajaran dan kebenaran.
Tafsir Kementerian Agama menjelaskan bahwa
Allah menggunakan berbagai perumpamaan untuk menerangkan kebenaran dan hakikat
yang luhur. Perumpamaan membuat sesuatu yang mungkin sulit dipahami menjadi
lebih dekat dengan pengalaman manusia. Pesannya sangat relevan dalam kehidupan
sehari-hari: jangan meremehkan sesuatu hanya karena terlihat kecil.
Sebuah nasihat yang sederhana dapat
mengubah kehidupan seseorang. Sebuah kebaikan kecil dapat memberikan
kebahagiaan kepada orang lain. Bahkan sebuah pertanyaan sederhana dari seorang
siswa dapat menjadi awal dari penemuan ilmu yang besar.
Ayat ini juga memperlihatkan perbedaan
sikap manusia ketika berhadapan dengan perumpamaan Allah. Orang yang beriman
menerimanya sebagai bagian dari kebenaran dan berusaha memahami hikmahnya.
Sebaliknya, orang yang menolak kebenaran justru mempertanyakannya dengan sikap
meremehkan. Dari sini kita dapat belajar bahwa cara pandang sangat menentukan
apa yang kita peroleh dari sebuah pelajaran.
Dua orang dapat melihat objek yang sama,
tetapi mendapatkan pelajaran yang berbeda. Seseorang yang memiliki keinginan
untuk belajar akan menemukan hikmah. Sementara orang yang sudah merasa paling
tahu dapat kehilangan kesempatan untuk belajar.
Bagi dunia pendidikan, QS. Al-Baqarah ayat
26 memiliki pesan yang sangat kuat. Seorang pelajar tidak boleh merasa bahwa
ilmu yang dipelajarinya tidak penting hanya karena terlihat sederhana.
Matematika dimulai dari angka-angka sederhana. Sains dimulai dari pengamatan
terhadap benda-benda di sekitar. Bahasa berkembang dari kata-kata yang kita
gunakan setiap hari.
Ilmu yang besar sering kali berawal dari
perhatian terhadap hal-hal yang sederhana. Karena itu, seorang siswa perlu memiliki
rasa ingin tahu, mau bertanya, mau mengamati, dan tidak mudah meremehkan
sesuatu.
Perumpamaan dalam Al-Qur’an bukan sekadar
cerita. Perumpamaan mengajak manusia untuk berpikir, merenung, dan mengambil
pelajaran. Inilah salah satu sikap penting yang perlu dibangun dalam
pendidikan: tidak hanya mengetahui apa, tetapi juga mencari tahu mengapa dan apa hikmahnya. Dengan demikian, iman dan ilmu dapat
berjalan bersama. Al-Qur’an mengarahkan hati untuk mengenal kebesaran Allah,
sedangkan ilmu membantu manusia memahami tanda-tanda kebesaran-Nya di alam.

