Working Time: 6.45 - 16.45

Artikel-Blog

QS. AL-BAQARAH AYAT 26: BELAJAR MELIHAT HIKMAH DARI HAL-HAL YANG DIANGGAP KECIL

Al-Qur’an mengajarkan manusia untuk tidak menilai sesuatu hanya dari ukuran, bentuk, atau penampilannya. Sesuatu yang terlihat kecil dan sederhana dapat menyimpan pelajaran yang sangat besar. Pesan tersebut salah satunya terdapat dalam QS. Al-Baqarah ayat 26.

Allah SWT berfirman:

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman mengetahui bahwa itu kebenaran dari Tuhannya. Akan tetapi, orang-orang kafir berkata, ‘Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?’ Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang disesatkan-Nya dan dengan itu pula banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Namun, tidak ada yang disesatkan-Nya dengan (perumpamaan) itu selain orang-orang fasik.”

Ayat ini menyebut nyamuk sebagai salah satu perumpamaan. Bagi manusia, nyamuk mungkin dianggap sebagai makhluk kecil dan sederhana. Namun, Allah menunjukkan bahwa sesuatu yang kecil sekalipun dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pelajaran dan kebenaran.

Tafsir Kementerian Agama menjelaskan bahwa Allah menggunakan berbagai perumpamaan untuk menerangkan kebenaran dan hakikat yang luhur. Perumpamaan membuat sesuatu yang mungkin sulit dipahami menjadi lebih dekat dengan pengalaman manusia. Pesannya sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari: jangan meremehkan sesuatu hanya karena terlihat kecil.

Sebuah nasihat yang sederhana dapat mengubah kehidupan seseorang. Sebuah kebaikan kecil dapat memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Bahkan sebuah pertanyaan sederhana dari seorang siswa dapat menjadi awal dari penemuan ilmu yang besar.

Ayat ini juga memperlihatkan perbedaan sikap manusia ketika berhadapan dengan perumpamaan Allah. Orang yang beriman menerimanya sebagai bagian dari kebenaran dan berusaha memahami hikmahnya. Sebaliknya, orang yang menolak kebenaran justru mempertanyakannya dengan sikap meremehkan. Dari sini kita dapat belajar bahwa cara pandang sangat menentukan apa yang kita peroleh dari sebuah pelajaran.

Dua orang dapat melihat objek yang sama, tetapi mendapatkan pelajaran yang berbeda. Seseorang yang memiliki keinginan untuk belajar akan menemukan hikmah. Sementara orang yang sudah merasa paling tahu dapat kehilangan kesempatan untuk belajar.

Bagi dunia pendidikan, QS. Al-Baqarah ayat 26 memiliki pesan yang sangat kuat. Seorang pelajar tidak boleh merasa bahwa ilmu yang dipelajarinya tidak penting hanya karena terlihat sederhana. Matematika dimulai dari angka-angka sederhana. Sains dimulai dari pengamatan terhadap benda-benda di sekitar. Bahasa berkembang dari kata-kata yang kita gunakan setiap hari.

Ilmu yang besar sering kali berawal dari perhatian terhadap hal-hal yang sederhana. Karena itu, seorang siswa perlu memiliki rasa ingin tahu, mau bertanya, mau mengamati, dan tidak mudah meremehkan sesuatu.

Perumpamaan dalam Al-Qur’an bukan sekadar cerita. Perumpamaan mengajak manusia untuk berpikir, merenung, dan mengambil pelajaran. Inilah salah satu sikap penting yang perlu dibangun dalam pendidikan: tidak hanya mengetahui apa, tetapi juga mencari tahu mengapa dan apa hikmahnya. Dengan demikian, iman dan ilmu dapat berjalan bersama. Al-Qur’an mengarahkan hati untuk mengenal kebesaran Allah, sedangkan ilmu membantu manusia memahami tanda-tanda kebesaran-Nya di alam.

Back