BELAJAR COMPOUND WORD: KETIKA DUA KATA MEMBENTUK MAKNA BARU
Belajar Bahasa Inggris tidak selalu harus
dimulai dari kata-kata yang sulit. Di MIS Muslimat NU Pucang Sidoarjo, siswa
diajak menemukan bahwa dua kata sederhana dapat bergabung dan menghasilkan
sebuah makna baru melalui pembelajaran compound word.
Compound word adalah kata yang terbentuk
dari gabungan dua kata sehingga menghasilkan makna tertentu. Pembelajaran ini
menjadi lebih menarik karena siswa menggunakan kata-kata yang sudah mereka
kenal dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pembelajaran, siswa diajak memahami
bahwa sebuah kata dapat memiliki arti yang berbeda ketika digabungkan dengan
kata lainnya. Misalnya, water berarti air dan eye berarti mata. Ketika menjadi
tears, siswa belajar mengenali makna “air mata” dalam Bahasa Inggris.
Contoh lainnya adalah:
·
Fruit
= buah + hand = tangan → souvenir = buah tangan
·
Eat
= makan + night = malam → dinner = makan malam
·
House
= rumah + sick = sakit → hospital = rumah sakit
·
Soil
= tanah + water = air → motherland = tanah air
·
Louse
= kutu + book = buku → bookworm = kutu buku
·
Low
= rendah + heart = hati → humble = rendah hati
·
Eye
= mata + day = hari → sun = matahari
Melalui contoh-contoh tersebut, siswa
diajak memahami bahwa Bahasa Inggris tidak selalu dapat diterjemahkan kata demi
kata. Sebuah gabungan kata dapat memiliki makna yang berbeda dari arti
masing-masing kata penyusunnya. Pembelajaran compound word menjadi lebih
menyenangkan ketika siswa menemukan hubungan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa
Inggris. Kata-kata seperti dinner, hospital, bookworm, dan sun menjadi lebih
mudah dipahami karena dikaitkan dengan konsep yang sudah dikenal siswa. Cara
belajar seperti ini membantu siswa memperkaya kosakata sekaligus melatih mereka
untuk melihat pola dalam Bahasa Inggris. Lebih dari sekadar menghafal, siswa
diajak mengamati, menghubungkan, dan menemukan makna.
Pembelajaran Bahasa Inggris juga menjadi
ruang bagi siswa untuk berani mencoba. Ketika menemukan kata baru, mereka
belajar mengucapkan, memahami, dan menggunakannya dalam konteks yang tepat. Dari
dua kata sederhana, siswa dapat menemukan satu makna baru. Dari satu
pembelajaran, mereka mendapatkan semakin banyak kosakata.

