Working Time: 6.45 - 16.45

Artikel-Blog

Melatih Kemampuan Presentasi Sejak Dini di MIS Muslimat NU Pucang Sidoarjo

Berani berbicara bukanlah kemampuan yang tiba-tiba muncul ketika seorang anak sudah besar. Keberanian menyampaikan gagasan perlu dibangun melalui pengalaman yang berulang, bertahap, dan berada dalam suasana belajar yang aman. Karena itu, latihan presentasi sejak usia sekolah menjadi bagian penting dalam membangun keterampilan komunikasi sekaligus kepercayaan diri peserta didik.

Bagi sebagian anak, berdiri di depan kelas untuk berbicara dapat menjadi pengalaman yang menegangkan. Takut salah, malu diperhatikan teman, atau khawatir tidak mampu menjawab pertanyaan merupakan hal yang dapat terjadi. Karena itu, sekolah tidak seharusnya menunggu anak “siap” untuk berbicara. Kesempatan berbicara justru perlu diberikan agar kesiapan itu tumbuh melalui pengalaman.

Penelitian tentang pembelajaran komunikasi pada jenjang pendidikan dasar menegaskan bahwa keterampilan komunikasi memiliki kaitan dengan perkembangan pribadi, keberhasilan akademik, dan kesejahteraan siswa. Kajian sistematis terhadap 20 penelitian juga menekankan pentingnya faktor pendidikan dan lingkungan dalam pengembangan keterampilan komunikasi anak. (ve.scielo.org)

Ketika seorang siswa melakukan presentasi, sebenarnya banyak proses pembelajaran berlangsung secara bersamaan. Siswa perlu memahami materi, memilih informasi yang penting, menyusun urutan gagasan, menentukan cara menjelaskan, menggunakan bahasa yang tepat, serta menanggapi pertanyaan dari pendengar. Dengan demikian, presentasi bukan sekadar latihan berbicara dengan suara keras. Presentasi merupakan latihan untuk mengubah pengetahuan menjadi gagasan yang dapat dipahami orang lain.

Kajian penelitian mengenai kompetensi presentasi menunjukkan bahwa pembelajaran keterampilan presentasi akan lebih efektif ketika siswa memperoleh tujuan yang jelas, tugas yang sesuai, contoh atau pemodelan, kesempatan berlatih, umpan balik, serta ruang untuk melakukan penilaian diri dan penilaian teman sebaya.

Anak yang hari ini hanya mampu berbicara dua atau tiga kalimat tidak perlu dibandingkan dengan anak yang sudah mampu berbicara panjang.

Yang lebih penting adalah pertumbuhan dari dirinya sendiri.

Hari ini berani memperkenalkan diri.

Besok berani menceritakan pengalaman.

Kemudian berani menjelaskan hasil tugas.

Berikutnya berani menyampaikan pendapat.

Dan pada tahap selanjutnya, berani menjawab pertanyaan serta berdiskusi.

Kemampuan komunikasi akan terus dibutuhkan ketika anak tumbuh. Di masa depan, mereka akan berhadapan dengan situasi yang membutuhkan kemampuan menyampaikan pendapat, berdiskusi, bekerja dalam kelompok, menjelaskan gagasan, dan berbicara kepada orang lain. Karena itu, latihan presentasi di sekolah dasar bukan sekadar kegiatan tambahan. Ia merupakan investasi keterampilan untuk kehidupan. Anak belajar berdiri dengan percaya diri. Anak belajar menyusun pikiran. Anak belajar berbicara dengan santun. Anak belajar menghadapi pertanyaan. Anak belajar menerima masukan. Dan yang paling penting, anak belajar bahwa gagasannya layak untuk didengar.

Melalui pembelajaran yang memberikan ruang kepada peserta didik untuk aktif berbicara, berdiskusi, menjelaskan hasil belajar, dan menyampaikan gagasan, MIS Muslimat NU Pucang Sidoarjo terus berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan keterampilan dan karakter. Presentasi menjadi salah satu ruang bagi siswa untuk menghubungkan ilmu dengan komunikasi, pengetahuan dengan keberanian, dan pembelajaran dengan kehidupan nyata. Sebab, anak yang berani berbicara bukan berarti anak yang tidak pernah merasa takut. Anak yang berani adalah anak yang belajar tetap mencoba meskipun masih merasa gugup. Dan keberanian itu dapat dimulai dari sesuatu yang sederhana

Back