MENUNTUT ILMU DENGAN ADAB: PESAN KITAB TA’LIM AL-MUTA’ALLIM DAN TANTANGAN MURID ZAMAN KINI

Mei 11, 2025

Oleh Dr. M. hamim Thohari, S.Pd.,MM

Kitab Ta’lim al-Muta’allim Thariq at-Ta’allum karya Syaikh Az-Zarnuji telah menjadi rujukan klasik dalam pendidikan Islam, khususnya dalam menanamkan adab murid dalam menuntut ilmu. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa kesuksesan seseorang dalam belajar bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh niat yang ikhlas, kesungguhan, serta sikap hormat terhadap guru dan ilmu.

Namun, dalam konteks zaman sekarang, adab-adab tersebut sering kali mulai terlupakan oleh sebagian pelajar, baik di lingkungan sekolah formal maupun non-formal. Fenomena ini dapat dilihat dalam berbagai perilaku yang kurang mencerminkan nilai-nilai adab dalam menuntut ilmu.

1. Niat yang Tercemar Ambisi Duniawi

Syaikh Az-Zarnuji menekankan pentingnya niat yang ikhlas karena Allah. Namun, banyak murid hari ini menuntut ilmu hanya demi nilai, ijazah, atau gengsi, bukan untuk mencari keberkahan dan manfaat dari ilmu itu sendiri. Akibatnya, ilmu yang diperoleh sering tidak membentuk karakter atau meningkatkan keimanan.

2. Kurangnya Rasa Hormat terhadap Guru

Adab terhadap guru dulu dijaga dengan sangat serius, murid tidak berani mengangkat suara, duduk sembarangan, atau bahkan menatap dengan pandangan tajam. Kini, sebagian murid justru sering bersikap santai, menyela pembicaraan guru, bahkan bermain HP saat guru menjelaskan. Ini menunjukkan berkurangnya penghormatan terhadap peran guru sebagai pembimbing ilmu dan akhlak.

3. Kurang Sabar dalam Proses Belajar

Dalam Ta’lim al-Muta’allim, sabar adalah kunci keberhasilan dalam mencari ilmu. Tapi saat ini, banyak murid ingin hasil instan, mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, dan enggan mengulang pelajaran jika belum paham. Padahal, kesabaran adalah jalan menuju pemahaman yang dalam.

4. Minimnya Pengamalan Ilmu

Salah satu adab yang ditekankan adalah mengamalkan ilmu. Sayangnya, banyak murid yang pandai secara teori, namun belum mencerminkan ilmunya dalam sikap sehari-hari, seperti tidak jujur saat ujian, malas mengerjakan tugas, atau kurang disiplin dalam ibadah.

5. Kurangnya Pengendalian Diri dari Dosa dan Maksiat

Syaikh Az-Zarnuji mengingatkan bahwa maksiat menghalangi keberkahan ilmu. Di zaman digital saat ini, godaan maksiat begitu besar, akses media sosial, tontonan yang tidak pantas, atau pergaulan bebas. semua ini bisa menggelapkan hati dan menjauhkan murid dari cahaya ilmu.

Menjawab Tantangan Zaman dengan Kembali kepada Adab

Meski tantangan zaman terus berkembang, pesan dari Ta’lim al-Muta’allim tetap relevan. Justru di tengah derasnya arus modernisasi, adab menjadi pondasi penting yang harus diperkuat. Murid masa kini perlu dibimbing tidak hanya dengan pengetahuan, tetapi juga dengan penanaman nilai-nilai spiritual, akhlak, dan etika belajar yang benar.

Pendidikan yang ideal adalah yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan keluhuran budi pekerti. Oleh karena itu, penting bagi guru, orang tua, dan institusi pendidikan untuk menanamkan kembali nilai-nilai adab seperti yang diajarkan oleh para ulama terdahulu, agar ilmu yang dipelajari benar-benar menjadi cahaya kehidupan, bukan sekadar hafalan tanpa makna.