Namira Sae Rumi Raih Penghargaan “Terbaik Creative Canvas Award” Lewat Buku Teman Kecilku Lula, Ingin Terbang

Okt 10, 2025

Salah satu siswi berprestasi dari MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo, Namira Sae Rumi, lahir di Surabaya pada 14 Oktober 2016, berhasil meraih penghargaan “Terbaik Creative Canvas Award” melalui karya bukunya yang berjudul “Teman Kecilku Lula, Ingin Terbang.”

Namira, putri dari pasangan Moh Husni Tamim dan Nidhya Regina Paramita, dikenal sebagai anak yang kreatif dan penuh imajinasi. Ia mulai menyukai kegiatan menulis sejak duduk di kelas 2, yang berawal dari kebiasaannya menggambar tokoh-tokoh ciptaannya sendiri, lalu mengembangkan gambar tersebut menjadi cerita menarik.

Dalam wawancara bersama tim redaksi sekolah, Namira menceritakan perasaannya ketika karyanya diumumkan sebagai pemenang.

“Saat bukuku menang, aku merasa senang dan terharu karena aku sudah membuat keluarga, mem, Mr, dan teman-teman senang,” ungkapnya sambil tersenyum bangga.

Buku “Teman Kecilku Lula, Ingin Terbang” berkisah tentang seekor gajah bernama Lula yang memiliki impian besar untuk bisa terbang. Namira mengaku bahwa ide ceritanya terinspirasi dari sang ibu yang selalu memberinya semangat untuk berimajinasi.

“Aku ingin menulis buku ini karena ibu dan ayahku ingin aku berimajinasi dan menggambar dengan leluasa. Ide cerita ini muncul dari ibuku,” tuturnya.

Bagian favorit dalam bukunya adalah bagian akhir, yang menggambarkan pertemanan antara Lula, Twiti, dan peri Ania. “Aku suka bagian itu karena menunjukkan arti persahabatan yang indah,” ujarnya.

Namira juga menceritakan bahwa menulis halaman terakhir adalah tantangan tersulit karena waktu yang sudah mepet. Namun, ia mengatasinya dengan tenang dan tetap berusaha menyelesaikannya dengan baik. “Yang paling mendukung ada beribu-ribu orang yang mendukungku,” katanya polos, menggambarkan betapa besar dukungan yang ia rasakan dari orang-orang di sekitarnya.

Dengan imajinasi khas anak-anak, Namira berandai-andai, “Kalau Lula benar-benar bisa terbang, dia akan pergi ke taman bunga matahari.”

Menariknya, kemenangan ini tidak membuat Namira berhenti berkarya. Ia sudah menyiapkan ide baru untuk buku berikutnya yang berjudul “The Magic Paint Brush.” Ia juga menyampaikan pesan moral yang terkandung dalam karyanya, yakni:

“Kita tidak boleh menyerah ketika melakukan sesuatu dan harus menolong orang lain.”

Sebagai penutup, Namira memberikan pesan inspiratif untuk teman-teman seusianya:

“Harapanku adalah semoga teman-temanku bisa seperti aku.”

Prestasi yang diraih Namira menjadi bukti bahwa semangat, imajinasi, dan dukungan keluarga dapat melahirkan karya yang luar biasa bahkan sejak usia dini. MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo turut berbangga atas pencapaian ini dan berharap semangat literasi dan kreativitas terus tumbuh di hati seluruh siswanya.