PEMBUKAAN MATSAMA (MASA TA'ARUF SISWA MADRASAH) OLEH BAPAK KEPALA MADRASAH
Jul 15, 2024
Dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT, pada hari ini, tanggal 15 Juli 2024, siswa MI Muslimat NU pUcang Sidoarjo dapat berkumpul dalam acara pembukaan Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) di MI Muslimat NU Pucang. Acara ini dibuka secara resmi oleh Bapak Kepala Madrasah, Dr. M. Hamim Thohari, S.Pd., MM.
Bapak Kepala Madrasah menyampaikan beberapa hal untuk meningkatkan IQ, EQ dan SQ :
1. bahwa kita harus selalu bersholawat kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa risalah Islam dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Sholawat dan salam elalu kita panjatkan kepada Beliau, karena melalui Beliau-lah kita mendapatkan petunjuk jalan yang lurus, yang dapat memberi kita syafaat di hari akhir kelak. Semoga kita semua selalu dalam naungan rahmat dan syafaat Rasulullah.
2. Kita dapat membayangkan betapa dahsyatnya saat seluruh umat manusia dari berbagai zaman, mulai dari zaman Nabi Adam hingga Nabi Muhammad, berkumpul di Padang Mahsyar. Pada hari yang penuh dengan ketegangan dan kekhawatiran itu, setiap orang akan dihadapkan pada pertanggungjawaban atas amal perbuatannya. Namun, kita menyadari bahwa ibadah dan amal kebaikan yang kita lakukan mungkin belum cukup untuk menyelamatkan kita dari azab Allah. Oleh karena itu, kita tidak dapat sepenuhnya mengandalkan ibadah kita sendiri. Yang benar-benar dapat kita andalkan adalah kasih sayang dan rahmat Allah SWT, serta syafaat dari Rasulullah SAW. Hanya dengan limpahan rahmat-Nya dan pertolongan dari Nabi Muhammad SAW, kita berharap dapat meraih keselamatan dan masuk ke dalam surga-Nya.
3. Salah satu tanda yang menandai kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW adalah bekas sujud di dahi kita. Tanda ini adalah bukti nyata dari ketekunan kita dalam melaksanakan sholat, sebuah ibadah yang menjadi tiang agama dan sarana kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT
Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, surat Al-Fath ayat 29:
"Mu?ammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Tanda-tanda mereka tampak pada wajah mereka dari bekas sujud..." (QS. Al-Fath: 29).
Ayat tersebut menegaskan bahwa bekas sujud di dahi adalah salah satu ciri khas dari orang-orang yang beriman dan taat kepada Allah. Tanda ini bukan hanya sekedar bekas fisik, tetapi juga mencerminkan keikhlasan dan kesungguhan hati dalam beribadah.
4. Salah satu bentuk ikhtiar dan kasih sayang yang luar biasa dari orang tua kalian adalah dengan menyekolahkan kalian di MI Muslimat NU Pucang Sidoarjo. Mereka ingin kalian tumbuh menjadi anak-anak yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki spiritualitas yang tinggi, mengenal Allah SWT dan Rasulullah SAW, serta memahami dan mengamalkan ajaran Islam dengan baik.
5. Di sekolah kita tercinta ini, kalian diajarkan berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan spiritualitas dan kedekatan kalian dengan Allah SWT. Kalian rutin melakukan istighisah, berdzikir, bersholawat, dan dibaan. Kalian juga dibiasakan untuk melaksanakan sholat fardhu, sholat dhuha, dan mengembangkan akhlaqul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Semua kegiatan ini dirancang untuk membantu kalian menjadi pribadi yang saleh dan salehah, yang berakhlak mulia dan taat beribadah.
6. Janganlah menjadi anak yang malas. Manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk belajar dan beribadah. Ingatlah bahwa kesuksesan kalian di masa depan, baik di dunia maupun di akhirat, sangat dipengaruhi oleh kedisiplinan dan kesungguhan kalian dalam menuntut ilmu dan beribadah sejak dini.
7. Menjadi umat Rasulullah SAW adalah suatu kehormatan dan anugerah besar yang harus kita syukuri dan jaga dengan baik. Ada beberapa cara utama untuk terdaftar menjadi umat Rasulullah yang harus kita pahami dan amalkan dengan sungguh-sungguh
a. Langkah pertama dan paling mendasar untuk menjadi umat Rasulullah SAW adalah dengan mengucapkan syahadat. Syahadat adalah pernyataan iman yang berbunyi: "Ashhadu alla ilaha illallah, wa ashhadu anna Muhammadan rasulullah" yang artinya "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah." Dengan mengucapkan syahadat ini, kita menyatakan keimanan dan kepatuhan kita kepada Allah SWT dan mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan-Nya.
b. Setelah mengucapkan syahadat, langkah selanjutnya adalah meneladani perilaku Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Nabi Muhammad SAW adalah contoh teladan yang sempurna dalam segala aspek kehidupan. Kita harus berusaha meniru akhlak mulia beliau, seperti jujur, sabar, penyayang, adil, dan rendah hati. Dengan mencontoh perilaku Rasulullah, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitar.
c. Salah satu cara yang sangat dianjurkan untuk menunjukkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW adalah dengan sering bersholawat. Sholawat adalah doa dan pujian yang kita panjatkan kepada Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW. Dengan bersholawat, kita tidak hanya mendapatkan pahala yang besar, tetapi juga mendekatkan diri kepada Rasulullah SAW, yang akan memberi syafaat kepada umatnya di hari kiamat. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, surat Al-Ahzab ayat 56: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.
8. Seiring dengan meningkatnya kelas kalian, ilmu yang kalian dapatkan semakin banyak dan mendalam. Namun, ilmu tersebut harus dibarengi dengan adab yang semakin baik. Semakin tinggi ilmu, semakin tinggi pula tanggung jawab kalian untuk berperilaku baik, menghormati sesama, dan menjaga akhlak. Rasulullah SAW diutus oleh Allah SWT dengan tujuan utama untuk menyempurnakan akhlak manusia. Sebagai umatnya, kita harus meneladani akhlak mulia Rasulullah dalam setiap aspek kehidupan kita.
9. Salah satu bentuk adab kita kepada Allah adalah dengan tidak meninggalkan shalat. Shalat adalah tiang agama, dan melaluinya kita menunjukkan ketaatan dan penghormatan kita kepada Sang Pencipta. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan adab dalam shalat. Ketika kita berdiri untuk shalat, kita harus menjaga kesucian hati, khusyuk, dan fokus hanya kepada Allah SWT. Ketika kita mengucapkan takbir dalam shalat, kita mengingatkan diri bahwa Allah-lah yang Maha Besar, sedangkan segala sesuatu selain-Nya adalah kecil. Ini mengajarkan kita untuk selalu merendahkan hati di hadapan-Nya. Selama shalat, kita harus fokus dan tidak membiarkan pikiran kita berkelana. Sinkronkan hati, otak, dan perbuatan kita agar shalat kita menjadi ibadah yang penuh makna dan diterima oleh Allah SWT.
10. Ingatlah bahwa Allah SWT, sebagai Sang Khaliq, sebenarnya tidak membutuhkan kita. Sebaliknya, kita sangat membutuhkan Allah dalam segala aspek kehidupan kita. Segala sesuatu datang dari-Nya, dan hanya kepada-Nya kita berserah diri.
11. Jaga selalu adab kalian kepada orang tua. Bicara dengan santun, hormati mereka, taat dan patuh kepada nasihat serta perintah mereka. Orang tua adalah pintu keberkahan bagi kita. Keberhasilan dan kesuksesan kalian di dunia dan akhirat sangat tergantung pada adab kalian kepada orang tua dan guru. Allah SWT yang menata hidup kita, dan ridha-Nya bisa didapatkan melalui keridhaan orang tua dan guru. Ingatlah cerita tentang Uwais al-Qarni, seorang yang begitu berbakti kepada ibunya hingga mendapatkan penghormatan dari Rasulullah SAW dan para sahabat. Ini adalah contoh nyata bagaimana berbakti kepada orang tua bisa membawa berkah yang besar.
12. Adab kepada guru harus selalu dijaga. Tidak ada yang namanya mantan guru, karena ilmu dan nasihat mereka akan selalu menjadi bagian dari hidup kita. Hormati dan taati guru-guru kalian, karena mereka adalah penentu keberhasilan kalian nantinya.
Semoga kita semua selalu diberikan kekuatan dan keistiqamahan untuk menjaga sholat, adab kita kepada Allah, orang tua, dan guru. Dengan adab yang baik, insyaAllah kita akan meraih kesuksesan dan keberkahan dalam hidup.
Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.